Kini Liga 1 2019 sudah mulai memasuki pekan ke-3, namun selama berjalannya kompetisi sudah banyak insiden kontroversial yang menyelimuti kompetisi kasta tertinggi di Indonesia tersebut. Oleh sebab itu, kemudian PSSI memutuskan agar kompetisi Liga 1 2019 menggunakan bantuan teknologi bernama VAR (Video Assistant Referee) untuk meringankan kinerja wasit.

Tomy Sarwanto Wasit Pertama yang Gunakan VAR di Indonesia

Tapi apakah penggunaan VAR untuk Liga 1 adalah sebuah keputusan yang tepat? Ini dia jawaban dari Tomy Sarwanto yang merupakan wasit pertama Indonesia yang menggunakan VAR di dalam sepak bola. Ya, Tomy pertama kali menggunakan VAR ketika sedang memimpin pertandingan Bandung Premier League yang mempertemukan Grizzly vs Ammers. Kala itu Tomy memutuskan untuk menggunakan VAR karena ragu akan potensi handball yang terjadi di dalam kotak penalti Ammers. Setelah melihat tayangan ulang melalui VAR, Tomy tak lagi ragu untuk menunjuk titik putih karena memang telah terjadi pelanggaran handball di dalam kotak penlati Ammers.

Setelah Bandung Premier League sukses menggunakan VAR, kini Liga 1 2019 pun berencana menggunakan teknologi serupa. Rencana itu pun langsung mendapat tanggapan dari Tomy.

“Syukurlah, semoga bisa meringankan kinerja wasit dan dapat mengurangi kerusuhan akibat banyak yang menganggap kalau sepak bola kita sudah tercemar mafia. Oleh sebab itu mungkin dengan VAR, mafia-mafia itu jadi lebih sulit untuk melakukan pengaturan skor,” ungkap Tomy.

PSSI Harus Membuat Regulasi yang Jelas Mengenai VAR

Tomy pun menjelaskan bahwa memang penggunaan VAR sangat mungkin untuk diterapkan di Indonesia. Hanya saja ia menyebutkan bahwa PSSI harus membuat regulasi yang jelas mengenai penggunaan VAR di Liga 1 2019.

“Saya juga pakai VAR di Bandung Premier League dengan melihat-lihat di youtube mengenai cuplikan tentang VAR. Kalau secara regulasi saya belum terlalu paham betul, saya hanya tahu sinyal dan momen-momen saat VAR itu dibutuhkan,” lanjutnya.

Biaya Pengadaan VAR Apakah Ditanggung PSSI atau Klub?

Selain itu, kini juga ada masalah baru mengenai sarana dan prasana yang harus disiapkan untuk menunjang penggunaan VAR. Karena untuk menerapkan VAR dalam sepak bola maka akan dibutuhkan kamera dan monitor dengan kualitas tinggi serta ruangan monitor di setiap stadion. Kemudian muncul sebuah pertanyaan, apakaha biaya pengadaan VAR akan ditanggung oleh PSSI atau bahkan dibebankan kepada klub.

“Apakah setiap stadion perlu ada VAR? apakah PSSI yang mengadakan VAR-nya atau tim? Jadi rumit juga sekarang kalau misalnya setiap stadion disuruh PSSI untuk harus ada VAR,” imbuhnya.

Sementara dalam suatu kesempatan, menteri pemuda dan olahraga, Imam Nahrawi mengungkapkan bahwa pengadaan VAR tidak terlalu mahal. Karena hanya membutuhkan dana sekitar 25 juta rupiah untuk menerapkan VAR di setiap stadion. Untuk kamu yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut atau bahkan ingin bermain sbobet, langsung saja klik Livebaccaratsbobet.com.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *