Baru-baru ini nama wasit Wawan Rapiko langsung menjadi buah bibir setelah membuat beberapa keputusan kontroversial di laga pekan ke-11 Liga 1 2019 antara Persela Lamongan melawan Borneo FC di Stadion Surajaya, Lamongan, 29 Juli 2019. Ketidaktegasannya dalam memimpin pertandingan membuat laga dipenuhi dengan aksi protes dari kedua belah pihak.

Puncaknya adalah ketika dirinya memberikan hadiah penalti untuk Borneo FC, akibat tandukan yang dilakukan oleh Kiper Persela, Dwi Kuswanto kepada Wahyudi Hamisi. Kubu Persela menganggap bahwa penalti tidak layak diberikan karena Dwi Kuswanto sudah menguasai bola sepenuhnya alias off play sebelum kemudian menanduk Wahyudi Hamisi. Selain itu, ketidaktegasannya juga membuat laga tersebut molor dan baru berakhir pada menit ke-122. Selain Wawan, ternyata masih ada 3 wasit lainnya yang pernah membuat kontroversi di laga Liga 1 2019, berikut adalah ulasannya.

Oh ya, sebelum menyimak informasi di bawah ini gak ada salahnya kamu coba bermain casino di SBOBET agar bisa mendapat lebih banyak keuntungan. Caranya pun mudah, kamu tinggal klik 988bet.net.

Iwan Sukoco

Laga Barito Putera melawan Bali United di Stadion 17 Mei, Banjarmasin pada 14 Juli yang lalu menghadirkan banyak kejutan yang diwarnai oleh sejumlah keputusan kontroversial dari wasit Iwan Sukoco. Pada pertandingan itu Barito Putera yang bertindak sebagai tuan rumah berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 1-0. Itu menjadi kemenangan perdana Barito Putera dan menjadi kekalahan perdana Bali United di Liga 1 2019.

Kontroversi pada laga itu terjadi setelah wasit Iwan menganulir gol pemain Bali United, Malvin Platje ke gawang barito Putera di babak yang pertama karena dianggap sudah berada dalam posisi offside. Padahal berdasarkan tayangan ulang terlihat jelas bahwa Melvin masih berdiri pada posisi onside sebelum kemudian mencetak gol ke gawang tuan rumah.

Fariq Hitaba

Fariq Hitaba yang ditunjuk untuk memimpin laga panas antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 10 Juli 2019 yang lalu juga sempat membuat keputusan kontroversial. Kejadian bermula ketika striker Persija, Marko Simic, menanduk bola dan membentur mistar atas gawang Persib lalu memantul ke bawah. Wasit Fariq yang melihat kejadian itu menilai bahwa bola telah memantul melewati garis gawang dan memberikan gol untuk Persija. Akan tetapi pihak Persib mengklaim bahwa bola belum memantul melewati garis gawang sehingga tidak bisa disahkan menjadi gol untuk Persija.

Akan tetapi kejadian yang berlangsung sangat cepat dan tanpa didukung adanya teknologi garis gawang membuat perdebatan tidak berlangsung lama dan kubu Persib pun menerima keputusan wasit. Pada laga itu skor imbang 1-1 mewarnai akhir pertandingan.

Armyn Dwi Sryathin

Yang terakhir adalah keputusan kontroversial yang dibuat oleh wasit Armyn Dwi Sryathin pada laga PSS Sleman melawan Semen Padang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 25 Mei 2019. Pada pertandingan itu wasit Armyn menunjuk titik putih sebagai pertanda hadiah penalti untuk tuan rumah PSS, setelah pemain Semen Padang dianggap menjatuhkan Kushedya Hari Yudo di dalam kotak penalti. Padahal berdasarkan tayangan ulang terlihat bahwa Yudo melakukan diving di dalam kotak penalti. Namun penalti tetap diberikan dan dieksekusi dengan sempurna oleh Brian Ferreira untuk merubah skor menjadi 1-1 yang bertahan hingga akhir.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *